Kamis, 27 Januari 2011

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Kepemimpinan ( leadership ), adalah bagian tersendiri dari suatu organisasi. Kepemimpinan yang efektif harus memberikan pengarahan terhadap usaha – usaha semua pekerja dalam mencapai tujuan – tujuan organisasi, tanpa seorang pemimpin hubungan antara tujaun tujua organisasi tidak akan berjalan dan semakin renggang ibarat nahkoda yang mengedalikan kapalnya. Tetapi pemimpin tidak asal pemimpin sebelum menganalisa suatu organisasi pemimpin harus di telusuri perkembangan teori kepemimpanannya yaitu :

1. Teori sifat kepemimpinan
Kepemimpinan adalah suatu fungsi kualitas individu, bukan fungsi situasi, tekhnologi atau dukungan masyarakat, keith devis mengikhtisarkan ada empat ciri utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan dalam organisasi yaitu :
- Kecerdasan ( intellegence )
- Kedewasaan sosial dan hubnungan sosial yang luas ( socia maturity and breath )
- Motivasi diri dan dorongan prestasi
- Sikap – sikap hubungan manusiawi

2. Teori kelompok
Teori kelompok dalam kepemimpinan ( group theory of leadership ) di kembangkan atas dasar ilmu psikologi sosial. Teori ini menyatakan bahwa untuk pencapaian tujuan – tujuan kelompok harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dan bawahannya.

3. Teori situasional ( contingency )
Pendekatan sifat maupun kelompok terbukti tidak memadai untuk mengungkap teori kepemimpinan yang menyeluruh, perhatian dialihkan pada aspek – aspek situasional kepemimpinan.situasi – situasi tersebut di gambarkan dalam tiga dimensi empirik yaitu :
a. Hubungan pimpinan – anggota
b. Tingkat dalam struktur tugas
c. Posisi kekuasaan

4. Teori Path – Goal
Teori ini menganalisa pengaruh (dampak ) kepemimpinan terutama perilaku pemimpin terhadap motivasi bawahan, kepuasan dan pelaksanaan kerja teori ini memasukkan empat tipe atau gaya pokok perilaku pemimpin yaitu :
a. Kepemimpinan direktif ( directive leadership )
b. Kepemimpinan suportif ( supportive leadership )
c. Kepemimpinan partisipatif ( participative leadership )
d. Kepemimpinan orientasi prestasi ( achievement – oriented leadership )

Untuk memahami kepemimpinan yang sukses memusatkan diri pada apa yang dilakukan seorang pemimpin gayanya. Gaya kepemimpinan adalah suatu cara pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya. Secara relatif ada tiga macam gaya kepemimpinan yang berbeda yaitu :

a. Otokratis , mempunyai ciri – ciri :
- Semua penentuan kebijakan di lakukan oleh kepemimpinan
- Pemimpin biasanya mendikte tugas kerja bersama setiap anggota
- Teknik – teknik dan langkah – langkah kegiatan di dikte oleh atasan setiap waktu
- Pemimpin cenderung menjadi pribadi dalam pujian dan kecamannya terhadap kerja setiap anggota.

b. Demokratis, mempunyai ciri – ciri :
- Semua kebijakan terjadi pada semua kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin
- Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas di tentukan oleh kelompok
- Pemimpin adalah obyektif atau “ fact minded “

c. Laissez Faire, mempunyai ciri – ciri :
- Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu dengan partisipasi minimal dari pemimpin
- Bahan – bahan yang bermacam – macam disediakan oleh pemimpin yang membuat orang selalu siap bila dia akan memberika informasi pada saat di tanya
- Sama sekali tidak ada partisipasi dari pemimpin dalam penentuan tugas
- Kadang – kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota

Blake dan maouton mengidentifikasikan gaya seorang manajer, tetapi tidak secara langsung berkaitan dengan efektivitas. Teori ini menyajikan empat gaya kepemimpinan dasar setiap gaya dapat efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi, kedelapan gaya ini dapat di uraikan sebagai berikut :

a. Gaya – gaya efektif
1. Eksekutif ( executive )
2. Pembangun ( developer )
3. Otokrat penuh kebajikan ( benevolent autocrat )
4. Birokrat ( bureaucrat )

b. Gaya – gaya tidak efektif
1. Kompromis ( compromiser )
2. Misionaris ( missionary )
3. Otokrat ( autocrat )
4. Pelarian ( deserter )


Empat sistem atau gaya dasar kepemimpinan organisasional yaitu :

1. Sistem 1 : Otokratik eksploratif, manajer mengambil semua keputusan yang
Berkaitan dengan pekerjaan dan memerintahkan secara mengeploitas bawahan untuk melaksanakannya.

2. Sistem 2 : Otokratik penuh kebijakn ,manajer tetap menentukan perintah – perintah kerja, tetapi bawahan di beri keleluasaan (flexibelitas ) dalam pelaksanaanya dengan suatu cara peternalistik.

3. Sistem 3 : Partisipatif , manajer mengunakan gaya konsultatif yaitu meminta masukan dan menerima partisipatif dari bawahan tetapi tetap menahan hak untuk membuat keputusan final.

4. Sistem 4 : Demokratik, manajer memberikan berbagai pengarahan kepada bawahan tetapi memberikan kesempatan atas dasar konsensus dan prinsip mayoritas.

Dari uraian diatas bahwa setiap pemimpin mempunyai karekter yang berbeda dan harus memilki gaya – gaya yang efektif agar suatu organisasi dapat di jalankan dengan sebaik – baiknya agar tidak sering terjadi konflik dengan sesama staf maupun bagian dari organisasi tersebut, agar tujuan dari organisasi tersebut mencapai targetnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar