Kamis, 27 Januari 2011

KONFLIK DALAM ORAGANISASI

Timbulnya konflik atau pertentangan dalam organisasi, merupakan suatu kelanjutan dari adanya komunikasi dan informasi yang tidak menemui sasarannya. Suatu pemahaman akan konsep dan dinamika konflik telah menjadi bagian vital dalam studi perilaku organisasional, oleh karena itu perlu untuk dipahami dengan baik.

Konflik merupakan suatu pertarungan menang kalah antara kelompok atau perorangan yang berbeda kepentingannya satu sama lai dalam organisasi, atau dapat dikatakan juga bahwa konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antogonistik antara dua atau lebih pihak yang terkait.

Adapun mengenai jenis – jenis konflik sebagai berikut :
a. Konflik peranan yang terjadi di dalam diri seseorang ( person role conflict)
b. Konlik antara peranan (inter – role conflict), yaitu persoalan timbul karena satu orang menjabat dua atau lebih fungsi yang saling bertentangan.
c. Konflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang ( intersender conflict ).
d. Konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan ( intrasender conflict ).

Selain pembagian konflik di atas masih ada pembagian konflik yang dibedakan menurut pihak – pihak yang saling bertentangan, yaitu :
a. Konflik dalam diri individu
b. Konflik antar individu
c. Konflik antar individu dan kelompok
d. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
e. Konflik antar organisasi.

Konflik organisasi timbul karena ada beberapa sumbernya, dan berbagai sumber utama konflik tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Kebutuhan untuk membagi suber daya – sumber daya yang terbatas
b. Perbedaan – perbedaan dalam berbagai tujuan
c. Saling ketergantungana kegiatan – kegiatan kerja
d. Perbedaan nilai – nilai atau persepsi
e. Kemenduaan organisasional
f. Gaya – gaya individual

Individu – individu dalam organisasi mempunyai banuak tekanan pengoperasian organisasional yang menyebabkan konflik. Secara lebihkonseptual literrer mengemukakan empat penyebab konflik organisasional , yaitu :
a. Suatu situasi dimana tujuan – tujuan tidak sesuai
b. Keberadaan peralatan – peralatan yang tidak cocok atau alokasi – alokasi sumber daya yang tidak sesuai
c. Suatu masalah ketidak tepatan status
d. Perbedaan persepsi
Di dalam suatu organisasi terdapat empat bidang struktural, dan dibidang itulah konflik sering terjadi, yaitu :
a. Konflik hirarkis, adalah konflik antara berbagai tingkatan organisasi
b. Konflik fungsional, adalah konflik antara bebagai departemen fungsional organisasi
c. Konflik lini – staf, adalah konflik antara lini dan staf
d. Konflik formal informal, adalah konflik antara organisasi formal dengan organisasi informal

Secara tradisional pendekatan terhadap konflik organisasional adalah sangat sederhana dan optimistik. Pendekatan tersebut di dasarkan atas tiga anggapan, yaitu :
a. Konflik dapat dihindarkan
b. Konflik di akibatkan oleh pembuat masalah, pengacau dan primadona
c. Bentuk – bentuk wewenang legalistik

Untuk mencegah pemimpin dapat melakukan berbagai tindakan tetapi harus melihat situasi dan kondisi, yaitu :
a. Mengunakan kekuasaan
b. Konfrontasi
c. Kompromi
d. Menghaluskan situasi
e. Pengunduran diri

Bila kita lihat ke atas memang sepertinya konflik itu sangat sulit untuk di gindarkan dan di selesaikan, tetapi jangan pernah berpikir akan adanya konflik suatu organisasi akan gagal karena itu meruapakan suatu perjalan organisasi menghadapi suatu rintangannya untuk mencapai suatu tujuannya tersebut, dan seberat apapun konflik tersebut pasti dapat di selesaikan oleh para anggota dengan melihat persoalan serta mendudukannya pada proporsi yang wajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar