Sabtu, 22 Januari 2011

tugas softskill

MANAJEMEN DALAM ORGANISASI
          Sebelum kita mengetahui lebih dalam apa itu sebenarnya Manajemen dalam organisasi baiknya kita mengetahui pengertian dari manajemen dan organisasi tersebut .

Yg dilaukankan menggunakan cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telanh di tetapkan.
   

Setiap Organisasi pastinya membutuhkan manajemen yang baik untuk mencapai tujuannya tersebut dan biasanya manajemen melakukan kegiatan sebagai berikut :





Dari keempat kegiatan tersebut tidak dapat terlaksana tanpa adanya sumber – sumber ataupun sarana yang harus  di dayagunakan secara tepat. Sumber – sumber  yang di maksud disebut dengan 6M (the six M’s in management istilah GEORGE R TERRY) yaitu :



Dari kesemua uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai suatu tujuan  maka perlu di bentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai kelompok manusia yang di persatukan  dalam suatu kerja sama yang efesien untuk mencapai tujuan.
Sehingga dapat di katakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan, jadi  dalam rangka manajemen harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.






































KONFLIK DALAM ORAGANISASI

Timbulnya konflik atau pertentangan dalam organisasi, merupakan suatu kelanjutan dari adanya komunikasi dan informasi yang tidak menemui sasarannya. Suatu pemahaman akan konsep dan dinamika konflik telah menjadi bagian vital dalam studi perilaku organisasional, oleh karena itu perlu untuk dipahami dengan baik.
           
            Konflik merupakan suatu pertarungan menang kalah antara kelompok atau perorangan  yang berbeda kepentingannya satu sama lai dalam organisasi, atau dapat dikatakan juga bahwa konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antogonistik antara dua atau lebih pihak yang terkait.

Adapun mengenai jenis – jenis konflik sebagai berikut :

Selain pembagian konflik di atas masih ada pembagian konflik yang dibedakan menurut pihak – pihak yang saling bertentangan, yaitu :

Konflik organisasi timbul karena ada beberapa sumbernya, dan berbagai sumber utama konflik tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

Individu – individu dalam organisasi mempunyai banuak tekanan pengoperasian organisasional yang menyebabkan konflik. Secara lebihkonseptual literrer mengemukakan empat penyebab konflik organisasional , yaitu :
Di dalam suatu organisasi terdapat empat bidang struktural, dan dibidang itulah konflik sering terjadi, yaitu :

Secara tradisional pendekatan terhadap konflik organisasional adalah sangat sederhana dan optimistik. Pendekatan tersebut di dasarkan atas tiga anggapan, yaitu :

Untuk mencegah pemimpin dapat melakukan berbagai tindakan tetapi harus melihat situasi dan kondisi, yaitu :

Bila kita lihat ke atas memang sepertinya konflik itu sangat sulit untuk di gindarkan dan di selesaikan, tetapi jangan pernah berpikir akan adanya konflik suatu organisasi akan gagal karena itu meruapakan suatu perjalan organisasi menghadapi suatu rintangannya untuk mencapai suatu tujuannya tersebut, dan seberat apapun konflik tersebut pasti dapat di selesaikan oleh para anggota dengan melihat persoalan serta mendudukannya pada proporsi yang wajar.

  

















KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Kepemimpinan ( leadership ), adalah bagian tersendiri dari suatu organisasi. Kepemimpinan yang efektif harus memberikan pengarahan terhadap usaha – usaha semua pekerja dalam mencapai tujuan – tujuan organisasi, tanpa seorang pemimpin hubungan antara tujaun tujua organisasi tidak akan berjalan dan semakin renggang ibarat nahkoda yang mengedalikan kapalnya. Tetapi pemimpin tidak asal pemimpin sebelum menganalisa suatu organisasi pemimpin harus di telusuri perkembangan teori kepemimpanannya yaitu :

Kepemimpinan adalah suatu fungsi kualitas individu, bukan fungsi situasi, tekhnologi atau dukungan masyarakat, keith devis mengikhtisarkan ada empat ciri utama yang  mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan dalam organisasi yaitu :

Teori kelompok dalam kepemimpinan ( group theory of leadership ) di kembangkan atas dasar ilmu psikologi sosial. Teori ini menyatakan bahwa untuk pencapaian tujuan – tujuan kelompok harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dan bawahannya.

Pendekatan sifat maupun kelompok terbukti tidak memadai untuk mengungkap teori kepemimpinan yang menyeluruh, perhatian dialihkan pada aspek – aspek situasional kepemimpinan.situasi – situasi tersebut di gambarkan dalam tiga dimensi empirik yaitu :

Teori ini menganalisa pengaruh (dampak ) kepemimpinan terutama perilaku pemimpin terhadap motivasi bawahan, kepuasan dan pelaksanaan kerja teori ini memasukkan empat tipe atau gaya pokok perilaku pemimpin yaitu :

Untuk memahami kepemimpinan yang sukses memusatkan diri pada apa yang dilakukan seorang pemimpin gayanya. Gaya kepemimpinan adalah suatu cara pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya. Secara relatif ada tiga macam gaya kepemimpinan yang berbeda yaitu :




Blake dan maouton mengidentifikasikan gaya seorang manajer, tetapi tidak secara langsung berkaitan dengan efektivitas. Teori ini menyajikan empat gaya kepemimpinan dasar setiap gaya dapat efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi, kedelapan gaya ini dapat di uraikan sebagai berikut :




Empat sistem atau gaya dasar kepemimpinan organisasional yaitu :

Berkaitan dengan pekerjaan dan memerintahkan secara mengeploitas bawahan     untuk melaksanakannya.




Dari uraian diatas bahwa setiap pemimpin mempunyai karekter yang berbeda dan harus memilki gaya – gaya yang efektif agar suatu organisasi dapat di jalankan dengan sebaik – baiknya agar tidak sering terjadi konflik dengan sesama staf maupun bagian dari organisasi tersebut, agar tujuan dari organisasi tersebut mencapai targetnya...    

           



































Tidak ada komentar:

Posting Komentar