BBM ( bahan bakar minyak ) merupakan bahan kebutuhan bagi masyarakat yang dapat di bilang sangatlah penting, semakin hari harga minyak dunia melonjak tinggi dan dapat menyebabkan kurang stabilnya perekonomian dunia tetapi Indonesia Pada saat banyak negara di dunia mengalami kesulitan dalam perekonomiannya, ekonomi Indonesia masih dapat tumbuh 6,5% di tahun 2011. Harga-harga kebutuhan pokok terus terjaga agar tetap stabil. Jumlah orang yang menganggur juga semakin turun. Penduduk yang tergolong miskin semakin berkurang.
Agar kondisi perekonomian Indonesia semakin membaik alangkah baiknya kita menggunakan BBM dengan sebaik mungkin, dan berikut cara menggunakan BBM atau membatasinya dengan cara yang efektif :
1. Pengendalian system distribusi di setiap SPBU
Pengendalian ini kita lakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang sudah ada. Nantinya, setiap kendaraan akan didata secara elektronik, baik data kepemilikan maupun data fisik kendaraan tersebut. Setiap kali kendaraan tersebut mengisi BBM, maka jumlah BBM subsidi yang dibeli akan tercatat secara otomatis, dan dapat diketahui jumlah pembelian setiap harinya. Langkah ini untuk menjamin bahwa konsumsi BBM khususnya yang bersubsidi dapat dikendalikan secara transparan dan akuntabel, dan penggunaannyapun tepat sasaran. Dan yang harus kita ingat BBM bersubsidi hanya bagi mereka yang berhak. Jumlahnyapun harus tepat, sehingga dapat dicegah terjadinya kebocoran dan penyimpangan, yang akan sangat merugikan negara.
Di samping itu, untuk mencegah terjadinya kelangkaan BBM, Pertamina akan tetap menjaga pasokan sesuai dengan kuota daerah, tetapi sekaligus menyediakan BBM non subsidi berapapun yang dibutuhkan.
2. Pelarangan BBM bersubsidi untuk kendaraan pemerintah
Di cara ini kita tak membedakan golongan sedikitpun,untuk pemerintahan baik Pusat maupun Daerah, juga untuk BUMN dan BUMD. Langkah ini kita lakukan dengan cara pemberian stiker khusus, bagi kendaraan yang dilarang menggunakan BBM bersubsidi tersebut. Jajaran Pemerintah Pusat dan daerah, BUMN dan BUMD harus memberikan contoh nyata dalam upaya penghematan BBM ini. Langkah ini juga untuk meyakinkan bahwa subsidi dengan anggaran yang besar benar-benar tepat sasaran, dan sesuai dengan peruntukannya.
3. Pelarangan BBM bersubsidi untuk kendaraan perkebunan dan pertambangan.
Di cara ini juga tidak jauh dengan cara kedua Pelarangan ini kita lakukan dengan menerapkan sistem stiker pula. Pengawasannya dilakukan oleh BPH Migas, secara terpadu bekerjasama dengan aparat penegak hukum dan Pemerintah Daerah. Harus pula dilakukan kontrol yang ketat di daerah, utamanya di areal usaha perkebunan dan pertambangan, serta Industri, atas pelaksanaan ketentuan ini. Selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan BBM bagi kalangan pertambangan dan perkebunan, Pertamina akan menambah SPBU BBM non subsidi sesuai kebutuhan di lokasi-lokasi tersebut.
4. konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk transportasi
Program konversi, atau pengalihan penggunaan BBM ke BBG ini harus menjadi program utama nasional, sebagai upaya kita mengurangi ketergantungan pada BBM, dan kemudian beralih ke gas, terutama di sektor transportasi. Pada tahun ini, akan dibangun stasiun pengisian gas baru sebanyak 33 stasiun, dan sebanyak 8 stasiun akan direvitalisasi kembali. Untuk langkah awal, mulai tahun ini, pemerintah akan membagikan 15.000 converter kit, atau alat konversi penggunaan BBM menjadi BBG bagi angkutan umum secara bertahap, dan terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Diversifikasi dan konversi BBM ke BBG, efektivitasnya memang baru akan dirasakan pada tahun 2013 mendatang. Namun, langkah ini sekali lagi merupakan upaya penting dalam penghematan penggunaaan BBM bersubsidi, dan juga penting untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan.
5. penghematan penggunaan listrik dan air di kantor – kantor pemerintah pemerintah daerah, BUMN, BUMD serta penghematan penerangan jalan.
Dan semoga cara –cara tersebut dapat berguna dan dapat di gunakan semaksimal mungkin agar perekonomian Indonesia semakin membaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar